Layanan Optimasi Profesional Dari Vendor Denpasar

Pada pukul 9:37 WIB, nilai tukar rupiah melemah 41 poin, atau 0,3 persen, menjadi Rp14.250 per dolar AS dibandingkan dengan Rp14.208 terhadap dolar AS sebelumnya. Ekonom di Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan di Jakarta pada hari Kamis bahwa pelemahan rupiah pagi ini dipicu oleh peningkatan neraca perdagangan AS pada Januari 2019. Kemungkinan kinerja perdagangan AS membaik bersama dengan perjanjian perdagangan AS-China menunjukkan bahwa Kemajuan yang signifikan dan tampaknya memuaskan AS, kata Soelistianingsih.

Neraca perdagangan AS pada Januari 2019 menyusut menjadi US $ 51,1 miliar, dari US $ 59,9 miliar pada Desember 2018, dan jauh di bawah konsensus ekspektasi analis US $ 57 miliar. Ekspor AS naik menjadi $ 207,3 miliar terutama karena meningkatnya ekspor pangan, terutama kedelai, sementara yang lain difasilitasi oleh ekspor kendaraan, terutama kendaraan penumpang. Kedua jenis ekspor tersebut diyakini sebagai bagian dari perjanjian perdagangan AS-Cina.

Layanan Optimasi Profesional Dari Vendor Denpasar. Penyedia tersebut adalah jasa seo murah profesional terbaik berkualitas. Sementara itu, impor turun 2,6 persen bulan ke bulan (ibu) menjadi $ 258,5 miliar, terendah dalam tujuh bulan terakhir. Penurunan impor terutama disebabkan oleh penurunan impor barang modal terkait dengan aksesori komputer dan semikonduktor yang juga terkait dengan barang impor dari Tiongkok. Impor dari China mencatat penurunan 9,6 persen mom.

Pada Kamis pagi, dolar AS menguat 0,06 persen terhadap Yuan; Dolar Hong Kong, 0,01 persen; dan Baht, 0,16 persen. Dolar AS melemah 0,05 persen terhadap Won dan 0,29 persen terhadap Yen. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang secara strategis mengangkangi lautan India dan Pasifik di wilayah Indo-Pasifik. Terdiri dari 260 juta orang atau populasi terbesar keempat di dunia, itu bertujuan untuk menjadi wilayah yang damai dan makmur berdasarkan saling percaya, rasa hormat, dan semangat kerja sama.

Negara memprakarsai Dialog Tingkat Tinggi tentang Kerjasama Indo-Pasifik bertema Menuju Wilayah Damai, Sejahtera, dan Inklusif, di Jakarta pada 20 Maret 2019, yang dihadiri oleh delegasi dari 18 negara utama di kawasan Indo-Pasifik.

Dialog, yang mencakup debat dalam tiga tema — tujuan pembangunan berkelanjutan, kerja sama maritim, dan infrastruktur dan konektivitas — ditujukan untuk meningkatkan kerja sama dan membangun kepercayaan di kawasan Indo-Pasifik, yang mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan, inklusif transparansi, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Pertemuan tersebut merupakan kontribusi nyata Indonesia untuk memperkuat dialog dalam kerangka ASEAN untuk kerja sama yang lebih dalam dan lebih inklusif di dalam blok. Di antara mereka yang menghadiri dialog adalah Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne, Menteri Luar Negeri Brunei Erywan Pehin Yusof, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters, dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi sebagai tuan rumah.

China, India, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, dan Vietnam diwakili oleh wakil menteri luar negeri mereka. Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Presiden Indonesia M Jusuf Kalla mengatakan kerjasama di kawasan Indo-Pasifik sangat penting untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keberlanjutan ekonomi di tengah perkembangan geo-ekonomi dan geo-politik.

“Kita harus meningkatkan kerja sama maritim, karena lautan adalah sumber kemakmuran kita,” kata Kalla.

Dia berharap dialog tersebut akan menghasilkan munculnya proposal kerja sama baru untuk setiap negara yang menghadiri pertemuan. Kerjasama itu harus bisa meningkatkan kualitas pembangunan, tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *