Semua Tentang Cara Pendaftaran Merek di Indonesia

Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia meningkat hampir 5,5 persen pada tahun 2020, didorong oleh konsumsi domestik dan investasi yang tinggi. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tetap baik, didorong oleh kebutuhan dalam negeri yang dipengaruhi oleh konsumsi tinggi dan investasi yang stabil, kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti pada rapat kerja dengan Komite Anggaran DPR di gedung parlemen di Jakarta pada Rabu. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan meningkat menjadi 5,5 persen pada tahun 2020, dari 5,0-5,4 persen tahun ini, kata Damayanti.

Semua Tentang Cara Pendaftaran Merek di Indonesia – Konsumsi tinggi di Jawa, Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara, antara lain, akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, katanya. Konsumsi domestik akan tetap tinggi ditambah dengan perayaan hari besar keagamaan nasional dan peningkatan kinerja ekspor yang menonjol. Bank sentral juga telah memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap greenback untuk melayang di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS, atau lebih kuat dari penutupan sebelumnya Rp14.173 per dolar AS. BI telah memperkirakan nilai tukar rupiah akan tumbuh di kisaran Rp14.000-Rp14.400 per dolar AS pada akhir tahun ini.

Dia mengatakan bahwa indeks harga konsumen hingga Juli 2019 tercatat 3,32 persen tahun-ke-tahun, sedikit meningkat dari inflasi Juni 2019 sebesar 2,8 persen yoy. Inflasi tetap terkendali, dipicu oleh inflasi inti yang dikelola dengan baik karena harapan yang baik dari kebijakan BI yang konsisten untuk menstabilkan harga, tambahnya. Berita terkait: Ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% di tahun 2019: BI

Baca juga Jasa Pendaftaran Merek, Paten, Hak Cipta dan Desain Industri.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membukukan transaksi ekspor senilai US $ 42,62 juta di Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE), kenaikan 14,67 persen dibandingkan dengan transaksi yang tercatat dalam pameran tahun lalu. Partisipasi Indonesia ditujukan untuk meningkatkan ekspor perikanan ke Jepang dan mencari pasar global baru, Direktur Pemasaran kementerian di Direktorat Jenderal Daya Saing Produk Perikanan, kata Machmud.

Jepang adalah mitra dagang terbesar kedua untuk produk perikanan Indonesia setelah Amerika Serikat, dengan perdagangan senilai $ 676,58 juta atau 13,92 persen dari total ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2018, kata Machmud dalam sebuah pernyataan di sini, Rabu.

JISTE diadakan di Tokyo Big Sight, Koto, Jepang dari 21 hingga 23 Agustus 2019. Pembeli tertarik pada udang windu raksasa, udang putih, tuna segar dan beku, gurita, produk olahan berbasis surimi, dan unagi kabayaki, kata Machmud. Selain Jepang, pembeli lain datang dari Amerika Serikat, Cina, Meksiko, Taiwan, dan Oman.

Sekitar 800 peserta pameran dari 20 negara adalah bagian dari pameran yang menyediakan 1.400 stan. Pameran ini dihadiri oleh industri ritel, layanan makanan, grosir dan distributor, dan industri pengolahan makanan di Jepang. Kementerian telah mengundang delapan eksportir untuk memamerkan produk mereka di Paviliun Indonesia seluas 84 meter persegi.

Baca juga sistem rental mobil bali lepas kunci.

Total ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2018 mencapai $ 4,86 ​​miliar di mana Amerika Serikat, mitra dagang terbesar Indonesia, melakukan transaksi senilai $ 1,8 miliar. Produk perikanan utama negara yang diekspor ke Jepang adalah udang ($ 334,94 juta), tuna, cakalang dan tuna mackerel ($ 133,26 juta), dan kepiting ($ 36,47 juta), cumi-cumi, cumi-cumi, dan gurita ($ 17,9 juta).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *